![]() |
| Sumber : google Pentagon resmi merilis lebih dari 160 UFO |
Pemerintah Amerika Serikat akhirnya merilis batch pertama dokumen resmi tentang UFO atau istilah baru mereka, Unidentified Anomalous Phenomena (UAP), ke publik. Pada 8 Mei 2026, Departemen Pertahanan melalui situs khusus war.gov/ufo mempublikasikan lebih dari 160 berkas yang sebelumnya diklasifikasikan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Donald Trump agar lembaga‑lembaga keamanan dan intelijen membuka sebanyak mungkin arsip terkait UFO yang selama ini jadi bahan spekulasi masyarakat.
Dalam rilis resminya, Departemen Pertahanan menyebut program deklasifikasi ini berada di bawah skema PURSUE, singkatan dari Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters. Batch pertama berisi sekitar 161–162 item berupa laporan tertulis, foto, video inframerah dari pesawat militer, serta memo internal berbagai badan seperti Departemen Pertahanan, FBI, NASA, dan Kementerian Luar Negeri. Contohnya, ada laporan tentang objek berbentuk “bola panas” dan “cahaya terang” yang melayang dan bergerak dengan pola tak biasa di atas pangkalan militer atau wilayah samudera, bahkan satu insiden 2024 di kawasan Komando Indo‑Pasifik yang menggambarkan objek mirip bola rugby di dekat Jepang.
Namun, isi dokumen ini tidak memberikan bukti langsung keberadaan makhluk luar angkasa. Media seperti CNN, AP, BBC, dan US News menegaskan bahwa meski ada banyak laporan dan gambar yang sulit dijelaskan dengan data saat ini, dokumen‑dokumen itu lebih fokus menggambarkan kronologi pengamatan, respon militer, dan status investigasi (sering kali masih “unresolved”) daripada menyimpulkan bahwa objek tersebut pasti berasal dari alien. Banyak kasus yang dicatat puluhan tahun lalu di mana teknologi sensor belum secanggih sekarang, sehingga data yang tersedia tidak cukup untuk menentukan apakah objek itu pesawat musuh, fenomena alam, kesalahan instrument, atau sesuatu yang benar‑benar baru.
Beberapa berkas yang paling menarik perhatian publik antara lain catatan tentang kilatan cahaya dan objek aneh yang dilaporkan astronaut dalam misi antariksa, termasuk referensi terhadap pengamatan Apollo yang dikaitkan dengan salah satu astronaut terkenal. Ada juga koleksi foto dan video dari pilot Angkatan Laut AS yang merekam objek melayang dengan manuver yang tampak tidak biasa, serupa dengan video “Tic Tac” yang pernah viral beberapa tahun lalu, namun dengan detail teknis dan keterangan tambahan yang sebelumnya tidak dibuka. Di sebagian besar kasus, catatan resmi menutup dengan kalimat bahwa penyelidikan masih terbuka atau kesimpulan pasti tidak dapat diambil karena keterbatasan data.
Pengungkapan UFO files ini terjadi di tengah tekanan politik dan publik yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah anggota Kongres AS dan mantan pejabat intelijen menilai bahwa transparansi diperlukan agar isu UAP tidak lagi terjebak di wilayah teori konspirasi, tetapi bisa didiskusikan dengan basis data yang jelas. Di sisi lain, komunitas ilmiah mengingatkan bahwa keberadaan fenomena yang belum terjelaskan bukan otomatis berarti ada teknologi alien; itu bisa saja menunjukkan adanya celah dalam pemahaman kita terhadap fenomena alam, kemampuan sensor, atau aktivitas militer negara lain yang belum terbuka.
Bagi masyarakat umum, peluncuran situs war.gov/ufo ini memungkinkan siapa saja membaca langsung dokumen asli tanpa harus bergantung pada interpretasi pihak ketiga. Pemerintah AS mengatakan rilis 2026 ini baru tahap pertama dan akan disusul batch berikutnya setelah proses peninjauan klasifikasi lanjutan. Meski belum menjawab pertanyaan klasik “apakah kita sendirian di alam semesta?”, keterbukaan ini setidaknya menggeser diskusi UFO ke arah yang lebih berbasis data dan membuka ruang kolaborasi antara militer, ilmuwan, dan publik untuk mengkaji fenomena langit yang masih misterius ini.

0 Komentar